Hasil Indeks Inovasi Daerah (IID) Daerah 2023-2025.
Kota Gorontalo, Kominfotik – Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian positif dalam pembangunan inovasi daerah. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11 – 6097 Tahun 2025, hasil Indeks Inovasi Daerah (IID) Gorontalo resmi masuk dalam kategori daerah inovatif, setelah pada tahun 2024 masih berada pada kategori kurang inovatif.
Peningkatan status tersebut tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah daerah dalam mengirimkan 19 inovasi daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 pada laman: https://indeks.inovasi.bskdn.kemendaqri.qo.id/. Inovasi-inovasi tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah dan mencakup peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, serta solusi terhadap permasalahan daerah.
Inovasi yang mencapai nilai kematangan diatas angka 100 diantaranya Cegah Stunting Bersama Besti (Bele Mo’osehati), Sistem Penilaian Kelayakan Penerima Jamkesta Provinsi Gorontalo Berbasis Data Regsosek (SPIKER UHC), CERDAS Gizi – Cegah Resiko dengan Data dan Skrining Gizi Anak, serta OPTALA (Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Adapula Brigadir Mobile yang bersinergi, mandiri, dan kolaboratif (BRIMOB SIMAKO) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, dan SAHABAT ON-SIGHT (SAtu HAri Beres Angkutan Tertib kONfirmasi verifikaSI lanGsung Hasil cepaT) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, serta Klinik Kepegawaian, Strategi Peningkatan Nilai Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi. Ia menegaskan bahwa seluruh inovasi yang diajukan diarahkan agar memberikan dampak nyata dan juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi.
“Masuknya Provinsi Gorontalo dalam kategori daerah inovatif pada Indeks Inovasi Daerah 2025 menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari cara kerja pemerintah daerah. Ini bukan semata capaian angka, tetapi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gusnar, Rabu (18/2/2025).
Hal senada diungkapkan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, bahwa capaian ini merupakan hasil kerja seluruh perangkat daerah. Peningkatan status Provinsi Gorontalo dalam IID 2025 menunjukkan adanya perbaikan pada aspek perencanaan, implementasi, dan keberlanjutan inovasi daerah.
“Peningkatan kapasitas aparatur, penguatan kolaborasi lintas sektor serta replikasi inovasi yang telah terbukti efektif akan menjadi strategi kedepan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah inovasi daerah pada tahun-tahun mendatang”, ungkap Wahyudin.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi di daerah, Gubernur Gusnar juga telah menyerahkan hadiah voucher umroh kepada Erni Nuraini Mansur dari Dinas Kesehatan sebagai inovator terbaik daerah. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat ASN lainnya, untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
![]()







