Suasana Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tingkat Provinsi Gorontalo yang dipimpin Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, didampingi Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Djamal Ngandro dan Kepala Dinas Perhubungan Sagita Wartaboe, di Ruang Huyula Kantor Gubernur, Selasa (24/2/2026). Foto – Nova Diskominfotik
Kota Gorontalo, Kominfotik -Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dengan membuka posko terpadu mulai H-13 sebelum Hari Raya Idulfitri. Kesiapan tersebut dipastikan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, didampingi Asisten II Setda Provinsi Gorontalo Djamal Ngandro, di Ruang Huyula Kantor Gubernur, Selasa (24/2/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartaboe, selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait pengaturan transportasi darat, laut, dan udara selama periode Lebaran.
“Tujuan utama rapat ini adalah memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan aman, nyaman, dan lancar, sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik dapat terhindar dari kendala serta hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Sagita.
Berdasarkan hasil rapat, seluruh instansi dan pemangku kepentingan menyatakan kesiapan. Armada transportasi darat, laut, dan udara telah dipersiapkan, termasuk dukungan personel di lapangan. Posko angkutan Lebaran akan dibuka di seluruh simpul transportasi, seperti bandara, pelabuhan, dan terminal darat, kemungkinan mulai H-13 hingga 29 Maret 2026.
Pada sektor angkutan udara, tahun 2025 tercatat adanya lonjakan jumlah penumpang. Namun, maskapai yang melayani rute Gorontalo masih terbatas, yakni Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia, serta Susi Air yang melayani rute tertentu dengan kapasitas 12 kursi.
“Penambahan penerbangan (extra flight) bergantung pada pertimbangan pada masing-masing maskapai dan tingkat permintaan penumpang. Saat ini tingkat keterisian kursi masih berada di bawah 70 persen sehingga belum semua maskapai beroperasi setiap hari,” tambahnya.
Selain kesiapan armada, rapat juga membahas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang kuotanya mengalami penurunan, sementara kebutuhan diperkirakan meningkat saat arus mudik dan arus balik.
“Tentu kami pemerintah bersama pihak terkait akan terus berkoordinasi dengan BPH Migas untuk mengupayakan penambahan kuota atau setidaknya memastikan tidak terjadi pengurangan, demi menjaga kelancaran transportasi selama periode Lebaran,” tegas Sagita.
Sementara itu, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pelaksanaan Hari Raya Idulfitri, Hari Raya Ketupat, serta tradisi Tumbilotohe di Gorontalo dapat berlangsung aman dan tertib.
“Terima kasih atas kesiapan seluruh pihak. Mudah-mudahan kerja sama lintas sektor ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memastikan masyarakat Gorontalo yang mudik maupun arus balik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat,” tuturnya.
pewarta : Echin
![]()









