Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama pemenang lomba yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo dibeberapa kategori dalam rangka pelaksanaan PESONA-SERLIGO 2026, yang berlangsung dari tanggal 19-22 Juni 2026. (Foto – Nova Diskominfotik).
Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi daerah. Hal itu terlihat dari capaian transaksi pada kegiatan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (PESONA-SERLIGO) 2026 yang membukukan kenaikan transaksi sebesar 41,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan yang digagas Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) tersebut resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Taman Budaya Limboto, Senin (22/6/2026). Berlangsung sejak 19 hingga 22 Juni 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo Bambang Satya Permana mengungkapkan bahwa, sebanyak 154 UMKM dan Pelaku Usaha Syariah (PUS) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari sektor fesyen, kerajinan, dan olahan pangan yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Selain itu, jumlah pengunjung mencapai 27.306 orang atau meningkat sekitar 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksi penjualan produk UMKM dan usaha syariah hingga penutupan tercatat sebesar Rp1,66 miliar atau naik 41,7 persen.
“Tahun ini pelaksanaan PESONA-SERLIGO merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pelaksanaan PENAS XVII. Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menarik masyarakat Gorontalo, tetapi juga peserta PENAS dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Bambang.
Penyanyi religi nasional Opick yang turut menghadiri penutupan pelaksanaan PESONA-SERLIGO 2026. (Foto – Nova Diskominfotik).
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan transaksi menjadi indikator bahwa UMKM Gorontalo semakin berkembang melalui berbagai inovasi dan kreativitas yang dilakukan para pelaku usaha.
“Kenaikan penjualan lebih dari 40 persen menunjukkan UMKM kita semakin naik kelas. Ini tentu tidak terlepas dari semarak PENAS XVII yang menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan turut menggerakkan perekonomian daerah,” kata Idah.
Meski demikian, Idah mengingatkan para pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dipasarkan. Ia juga mendorong UMKM yang belum memiliki sertifikasi halal agar segera mengurus proses sertifikasinya guna meningkatkan daya saing produk.
Pada kesempatan itu, Idah menegaskan bahwa keberhasilan PESONA-SERLIGO 2026 tidak boleh berhenti pada seremoni penutupan semata. Menurutnya, yang terpenting adalah tindak lanjut dari berbagai kerja sama, gagasan, dan komitmen yang telah dibangun selama kegiatan berlangsung.
Meskipun rangkaian PESONA-SERLIGO 2026 telah berakhir, kawasan Taman Budaya Limboto tetap menghadirkan stan UMKM sebagai ruang promosi dan interaksi masyarakat selama pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII berlangsung.
Pewarta : Echin
![]()








