Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi, Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga dan Kepala BPJN Gorontalo Akmizal, saat mengikuti secara virtual peresmian jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Selasa (23/6/2026). Foto – Nova Diskominfotik.
Kota Gorontalo, Kominfotik – Sebanyak 10 ruas jalan daerah di Provinsi Gorontalo yang dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah telah tuntas dikerjakan dan resmi menjadi bagian dari peresmian jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Selasa (23/6/2026).
Peresmian yang dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur tersebut diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo Akmizal dan jajaran dari Rujab Wakil Gubernur.
Ditemui usai kegiatan, Kepala BPJN Gorontalo Akmizal menjelaskan bahwa, Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp163 miliar untuk penanganan 10 ruas jalan daerah yang tersebar di empat kabupaten, yakni Boalemo, Gorontalo Utara, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo. Seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dan menjadi bagian dari ruas jalan yang diresmikan Presiden RI secara nasional.
“Untuk Provinsi Gorontalo terdapat 10 ruas jalan daerah yang tersebar di empat kabupaten, yaitu Boalemo, Gorontalo Utara, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo. Seluruhnya sudah selesai dikerjakan dan hari ini menjadi bagian dari peresmian nasional oleh Bapak Presiden,” ujar Akmizal.
Ia merinci, dari total 10 ruas jalan tersebut, empat ruas berada di Kabupaten Boalemo, masing-masing dua ruas di Kabupaten Gorontalo Utara, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo. Menurutnya, rata-rata pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan, bahkan beberapa ruas rampung dalam waktu satu setengah bulan meskipun sempat menghadapi keterlambatan pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami telah melakukan pemetaan ketersediaan material dan rantai pasok aspal sejak awal, sehingga pekerjaan tetap dapat diselesaikan sesuai target pada tahun anggaran berjalan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Akmizal mengungkapkan bahwa BPJN Gorontalo saat ini juga tengah mempersiapkan usulan program penanganan jalan daerah untuk Tahun Anggaran 2026. Usulan tersebut berasal dari pemerintah kabupaten dan kota yang selanjutnya akan diverifikasi secara daring oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di daerah.
Pewarta : Echin
![]()








