Foto bersama pada diskusi kinerja bersama Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan di Aula BKPSDM, Kamis (23/4/2026). (Foto : Mila)
Kab. Bone Bolango, Kominfotik – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa pejabat fungsional bukan entitas terpisah dalam struktur organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai pemahaman yang tidak tepat soal relasi kerja berpotensi mengganggu efektivitas organisasi.
“Ada persepsi bahwa pejabat fungsional itu tidak ada urusan dengan pejabat administrator, pengawas, bahkan tidak ada urusan dengan kepala OPD,” kata Gusnar pada saat memimpin diskusi kinerja bersama Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan di Aula BKPSDM, Kamis (23/4/2026).
“Jadi dia berpikir bahwa apa yang dia lakukan, kerja-kerja dia, dia punya pribadi sendiri yang menentukan. Oleh sebab itu nanti kita diskusikan lagi, penilian kinerja daripada pejabat fungsional,” lanjut Gusnar.
Menurutnya, seluruh unsur dalam OPD sejatinya saling terhubung dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Hubungan kerja yang terintegrasi menjadi kunci dalam memastikan program dan kebijakan berjalan efektif.
Ia menjelaskan bahwa pejabat fungsional memiliki peran strategis dalam merumuskan arah dan substansi kerja OPD. Hasil rumusan tersebut seharusnya menjadi dasar bagi pejabat struktural dalam mengambil keputusan.
“Hal-hal yang mengenai tugas daripada OPD itu, se-yogyanya itu hasil rumusan dari pejabat fungsional. Serahkan sama dia. Dan dia merumuskan itu untuk digunakan,” katanya.
Gusnar juga menyoroti kecenderungan sebagian pejabat fungsional yang lebih fokus pada capaian individu, seperti pemenuhan angka kredit. Kondisi ini dinilai berisiko membuat peran fungsional tidak selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Mindset kita merencanakan kalau ada anggaran, ya ada anggaran merencanakan. Padahal perencana seperti ini, dia kembali ke tugas pokok. Dia rencanakan OPD ini mau dibawa kemana dan itu harus didiskusikan dengan para pejabat, administrator termasuk kepala OPD,” jelas Gusnar.
Untuk itu, Gusnar menekankan pentingnya sinergi antara pejabat fungsional dan struktural agar tidak terjadi kesenjangan dalam pelaksanaan tugas. Kepala OPD diminta mampu memanfaatkan potensi pejabat fungsional, khususnya dalam aspek perencanaan.
Pewarta : Mila
