Kumpul Ahli Gizi SPPG dan Puskesmas, Wagub Tekankan Perbaikan MBG dan Menu B3  

oleh
oleh

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada evaluasi ibu dan anak termasuk masalah gizi yang dihadiri Pegawai Gizi Puskesmas dan Pegawai Gizi seluruh SPPG se Provinsi Gorontalo, di Ballroom Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Selasa (21/4/2026). Foto – Nova Diskominfotik.
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan bersama seluruh tenaga ahli gizi SPPG dan ahli gizi puskesmas di Ballroom Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo ini difokuskan pada evaluasi dan penguatan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk kelompok B3.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG masih memerlukan berbagai perbaikan. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, mulai dari variasi menu hingga ketepatan porsi sesuai usia dan kebutuhan penerima manfaat.
“Program MBG ini harus benar-benar kita perbaiki, baik dari sisi variasi menu maupun ketepatan takaran sesuai kebutuhan penerima manfaat,” ujarnya.
Selain itu, peran tenaga gizi puskesmas dinilai sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program. Pendataan terhadap kelompok B3, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, harus dilakukan secara menyeluruh dan akurat, termasuk memastikan makanan tambahan benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.
“Kita temukan masih ada makanan tambahan yang tidak diambil atau tidak dikonsumsi. Ini tentu berdampak pada pemenuhan gizi yang tidak optimal,” tambahnya.

Wakil Gubernur juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kematian ibu dan anak di Gorontalo yang mencapai 17 kasus sejak Januari hingga April 2026. Angka tersebut dinilai telah melampaui batas ideal tahunan dan menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait.
Untuk itu, ia mendorong keterlibatan aktif Tim Penggerak PKK dan pemerintah desa dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat. Desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap setiap kasus yang terjadi.
“Setiap kasus harus dibedah untuk mengetahui penyebabnya, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Wakil Gubernur selaku Ketua Satgas MBG untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, forum ini menjadi wadah strategis untuk menyinergikan data dan informasi antara SPPG dan puskesmas, khususnya terkait data sasaran berbasis by name by address bagi kelompok B3.
Kegiatan evaluasi ini diikuti oleh seluruh ahli gizi SPPG se-Provinsi Gorontalo, petugas gizi puskesmas, penanggung jawab gizi dinas kesehatan kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini juga menghadirkan tenaga ahli gizi dari Jakarta sebagai narasumber.
Pewarta : Echin