Pengukuhan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Gorontalo masa bakti 2025–2030 oleh Gubernur Gusnar Ismail, bertempat di Pondok Cendana, kediaman Botutihe Suratinoyo, Kota Gorontalo, Senin (2/3/2026). (Foto : Inka)
Kota Gorontalo, Kominfotik – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengukuhkan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Gorontalo masa bakti 2025–2030 di Pondok Cendana, kediaman Botutihe Suratinoyo, Kota Gorontalo, Senin (2/3/2026). Pengukuhan tersebut berdasarkan SK Nomor 19/PI/DPN/SK/2025 sebagai bentuk penguatan peran pensiunan dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk merangkul para pensiunan sebagai mitra strategis pembangunan. Ia menyebut para pensiunan merupakan aset berharga yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang dinamika pemerintahan dan pembangunan.
“Semua orang ini memahami provinsi, jadi sebenarnya PPI tahu persis cerita provinsi ini dan potensi yang ada di dalamnya. Karena itu, potensi ini jangan dibiarkan, tetapi harus dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah,” ujar Gusnar.
Gusnar juga membuka ruang kolaborasi bagi PPI untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan, termasuk sektor ekonomi, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kontribusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kompetensi masing-masing anggota pengurus.
“Saya merasa sangat bahagia dan bersyukur dapat hadir di tengah Bapak dan Ibu sekalian, karena sesungguhnya saya juga merupakan bagian dari keluarga besar pensiunan. Kehadiran saya di sini bukan semata karena jabatan, tetapi karena kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara kita semua,” kata Gusnar.
Ia menambahkan, organisasi PPI bukanlah persoalan ideologi, melainkan wadah silaturahmi dan pengabdian bagi para pensiunan. Menurutnya, pengalaman dan potensi yang dimiliki harus terus dioptimalkan agar tetap produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk tetap aktif, produktif, dan realistis sesuai dengan kondisi dan kemampuan. Kita bisa berkontribusi melalui kegiatan sederhana seperti beternak ayam potong atau ayam petelur, yang mampu memberikan penghasilan tambahan,” ucap Gusnar.
Sementara itu, Ketua PPI Provinsi Gorontalo Weni Liputo menyatakan pengukuhan ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pengurus dan anggota. Ia menegaskan bahwa visi dan program pemerintah daerah merupakan tanggung jawab bersama, termasuk unsur pensiunan.
“Secara nasional, jumlah pensiunan mencapai 3,3 juta orang dan ini merupakan potensi besar. Dengan tekad, pengalaman, serta kemampuan berpikir yang masih dimiliki, kami siap berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing,” ujar Weni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Gorontalo atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada PPI. Menurutnya, PPI siap menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam pengembangan usaha produktif seperti peternakan ayam.
“Kami sudah menyiapkan lahan dan konsep pengembangan ternak ayam sebagai langkah awal. Dengan dukungan tenaga ahli dari para pensiunan di bidang pertanian, kami optimistis program ini dapat berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pengukuhan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua TP PKK Nani Ismail Mokodongan, Ketua Dewan Pembina PPI Idris Rahim, dan unsur forkopimda.
Pewarta : Inka/Mila
