Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)
Kota Gorontalo, Kominfotik – Persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo telah mencapai lebih dari 75 persen. Capaian tersebut disampaikan Gubernur Gusnar Ismail saat memimpin rapat evaluasi persiapan PENAS di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026).
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Idha Widi, selaku penanggung jawab pusat. Hadir pula Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Sofian Ibrahim, serta jajaran Kementerian Pertanian RI.
Dalam pengantarnya, Gusnar menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas utama telah siap, sementara beberapa kebutuhan pendukung masih dalam tahap penyempurnaan. Persiapan yang tersisa antara lain untuk lokasi gelar teknologi dan fasilitas pendukung sektor perikanan.
“Kami masih menunggu waktu yang tepat karena penyampaian Pak Ardi nanti sudah mendekati hari H baru bisa dimobilisasi beberapa jenis tanaman yang akan melengkapi lokasi gelar teknologi itu. Kemudian perikanan membran dari long storage itu juga sementara disiapkan,” kata Gusnar.
Lokasi gelar teknologi tinggal menunggu mobilisasi sejumlah tanaman yang akan melengkapi area pameran. Selain itu, fasilitas perikanan berupa membran long storage juga sementara disiapkan untuk mendukung kegiatan di lokasi.
Ia mengungkapkan bahwa ketersediaan hotel menjadi salah satu perhatian utama panitia. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemesanan kamar hotel telah mencapai sekitar 75 hingga 77 persen dan sebagian besar telah disertai pembayaran uang muka.
Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mengantisipasi kebutuhan akomodasi tamu VVIP, termasuk kemungkinan kedatangan Presiden RI. Salah satu hotel yang dipersiapkan secara khusus adalah Hotel Aston yang diminta tetap siaga meskipun kapasitas kamar telah penuh.
Pada aspek pendukung, Gusnar melaporkan bahwa infrastruktur digitalisasi telah siap digunakan. Jaringan internet, pasokan listrik, air bersih, serta toilet bergerak telah tersedia di lokasi kegiatan.
“Kami yakin dan percaya ibu penanggungjawab panitia maupun bapak-bapak panitia nasional memiliki catatan penting untuk segera kita sempurnakan persiapannya. Tentunya berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah dilewati pada pelaksanaan PENAS sebelum di Gorontalo ini,” ungkap Gusnar.
Selain sarana teknis, panitia juga mematangkan penataan kawasan agar suasana PENAS lebih semarak. Pemasangan billboard, umbul-umbul, dan berbagai elemen pendukung lainnya dinilai penting untuk memperkuat identitas dan daya tarik lokasi kegiatan.
Terakhir, Gusnar menegaskan rapat tersebut merupakan pertemuan evaluasi terakhir yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur. Selanjutnya, koordinasi persiapan akan dipusatkan di arena utama PENAS di Limboto setelah sekretariat panitia mulai beroperasi di lokasi tersebut.
Pewarta : Mila
