Tilongkabila, Berita – SNT 6 Bone Bolango dipersiapkan sebagai ruang pendidikan unggulan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga mendorong pengembangan potensi, prestasi, dan karakter kepemimpinan peserta didik.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Rudi Syaifullah, mengatakan kehadiran SNT merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang membawa misi besar dalam pemerataan pendidikan sekaligus penguatan pusat-pusat keunggulan di daerah.
Menurut Rudi, SNT dirancang menjadi ruang belajar yang tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik di dalam sekolah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran bersama bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
“SNT ini mempunyai visi yang sangat mulia. Yang pertama, SNT akan menjadi fasilitator untuk pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di Bone Bolango. Kemudian SNT ini akan menjadi pusat keunggulan,” ujar Rudi saat diwawancarai pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 6 Bone Bolango di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, konsep tersebut memungkinkan sekolah-sekolah di sekitar SNT untuk ikut belajar dan mengembangkan diri melalui berbagai keunggulan yang dimiliki SNT. Dengan konsep tersebut, SNT diharapkan mampu melahirkan anak-anak yang unggul, berdaya saing, sekaligus memiliki karakter kepemimpinan.
Rudi menegaskan, pelaksanaan MPLS menjadi tahapan penting karena SNT 6 Bone Bolango merupakan sekolah baru yang membutuhkan proses adaptasi bagi peserta didik. Selama lima hari, para siswa akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta teman-teman baru. Namun, MPLS juga menjadi momentum membangun suasana belajar yang menyenangkan agar peserta didik merasa nyaman sejak awal.
“Karena ini sekolah baru, perlu dilakukan MPLS sehingga anak-anak ini nanti menjadi anak-anak yang riang, gembira, dan bisa kita jadikan pemimpin bangsa,” katanya.
Setelah MPLS, proses pendidikan akan dilanjutkan dengan asesmen untuk memetakan kompetensi masing-masing peserta didik. Pemetaan tersebut mencakup kemampuan bahasa Inggris, matematika, IPA, serta berbagai aspek kompetensi lainnya. Hasil pemetaan akan menjadi dasar bagi sekolah untuk menentukan intervensi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.
“Semua kemampuan anak itu berbeda-beda. Karena berbeda-beda, perlu dipetakan. Setelah dipetakan, baru ditentukan intervensi apa yang tepat untuk anak itu,” jelas Rudi.
Dari sisi infrastruktur, SNT 6 Bone Bolango saat ini masih berada dalam masa transisi. Seluruh aktivitas pembelajaran sementara memanfaatkan fasilitas yang tersedia di BPMP Provinsi Gorontalo. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sejumlah ruangan lainnya digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Rudi menyampaikan, pembangunan fasilitas permanen SNT 6 Bone Bolango ditargetkan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.
“Insya Allah kalau tidak ada halangan, nanti di bulan Oktober 2026 ini akan dibangun Sekolah Nasional Integrasi 6 Bone Bolango di sebelah, di tanah lapang dekat masjid,” ungkapnya.
Pengembangan kawasan sekolah juga diproyeksikan semakin lengkap dengan dukungan lahan tambahan. Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain ruang kelas, gedung olahraga, kolam renang, lapangan sepak bola, serta fasilitas pendukung lainnya.
Tidak hanya fasilitas olahraga dan akademik, SNT juga akan diarahkan memiliki lahan untuk pengembangan keterampilan hidup atau life skill peserta didik, termasuk bidang pertanian dan perdagangan. Rudi menjelaskan, SNT memiliki karakteristik yang berbeda dengan konsep sekolah unggulan lainnya.
Jika Sekolah Rakyat diarahkan bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 serta menerapkan sistem asrama, sementara Sekolah Garuda menyasar anak-anak dengan kemampuan pada kelompok desil 8, 9, dan 10 serta juga berbasis asrama, maka SNT berada pada segmen yang berbeda.
“SNT ini berada di tengah-tengahnya. Karena di tengah-tengah, diperuntukkan juga bagi anak-anak berprestasi,” jelasnya.
Perbedaan lainnya, SNT tidak menerapkan sistem boarding. Menurut Rudi, konsep tersebut memberi ruang bagi siswa untuk tetap memiliki waktu bersama keluarga setelah menjalani aktivitas pendidikan.
“Kenapa tidak boarding? Kita memberikan kesempatan kepada anak setelah belajar di sini juga bisa bersama keluarga, bercerita, sehingga psikologinya akan lebih kuat,” katanya.
Pada angkatan pertama, SNT 6 Bone Bolango membuka dua jenjang pendidikan, yakni SMP dan SMA. Masing-masing jenjang menampung 40 peserta didik, sehingga total terdapat 80 siswa pada angkatan pertama. Setiap jenjang terbagi dalam dua kelas dengan masing-masing 20 siswa.
Jumlah siswa yang relatif kecil tersebut dirancang agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan memungkinkan guru melakukan pemetaan potensi peserta didik secara lebih mendalam.
“Kenapa 20? Agar pembelajarannya lebih efektif, lebih efisien, dan guru nanti lebih gampang memetakan anak,” ujarnya.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, tenaga pendidik yang ditempatkan di SNT juga melalui proses seleksi yang ketat. Rudi menyebut, dari sekitar 60 ribu guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), terpilih 12 guru untuk mengabdi di SNT 6 Bone Bolango. Sementara untuk posisi kepala sekolah, proses seleksi juga berlangsung ketat dengan jumlah pendaftar yang mencapai ribuan.
“Alhamdulillah kita mendapatkan kepala sekolah yang terbaik yang ada di sini,” ungkapnya.
BPMP Provinsi Gorontalo sendiri mendapat amanah untuk mengawal penyelenggaraan SNT selama masa transisi hingga Desember 2026. Setelah masa transisi tersebut, SNT diharapkan dapat berdiri sebagai satuan pendidikan yang lebih mandiri di Bone Bolango.
Dari sisi peserta didik, mayoritas siswa SNT 6 berasal dari Kabupaten Bone Bolango. Hal tersebut sesuai dengan tujuan kehadiran SNT untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak daerah.
Selain Bone Bolango, terdapat pula siswa yang berasal dari wilayah sekitar, termasuk Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara. Rudi berharap, ke depan semakin banyak anak-anak Bone Bolango yang dapat memperoleh kesempatan belajar di SNT.
“Harapannya, anak-anak yang di Bone Bolango inilah yang akan kita dorong. Insya Allah tahun depan kuotanya akan kita perbesar, kalau bisa semua anak-anak Bone Bolango yang memenuhi kualifikasi bisa berada di sini,” ujarnya.
Rudi mengajak masyarakat, khususnya para orang tua di Bone Bolango, melihat keberadaan SNT sebagai peluang besar untuk mendapatkan layanan pendidikan bertaraf nasional tanpa harus mengirimkan anak-anak mereka keluar daerah. Ia berharap SNT 6 dapat semakin dikenal dan menjadi pilihan pendidikan bagi anak-anak yang memiliki potensi dan prestasi.
“Manfaatkanlah SNT ini sebagai sekolah nasional integrasi yang bertaraf nasional, yang dilengkapi dengan semua fasilitasnya,” pesannya.
Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar membangun sekolah, tetapi menciptakan generasi Bone Bolango yang unggul, cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kita ingin mencetak anak-anak Bone Bolango yang unggul, anak-anak yang cerdas, dan anak-anak yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya. (Tim Redaksi)
The post SNT 6 Bone Bolango Bidik Generasi Unggul dan Berdaya Saing appeared first on Berita Bone Bolango.
![]()





