Uji 1.600 Sampel Jajanan Sekolah, Gorontalo Targetkan Rekor MURI

oleh
oleh

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM RI Agus Yudi Prayudanan, Kepala BPOM Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Badan Gizi, serta Kwarda Gorontalo hadir pada pelaksanaan Kick off Uji Keamanan Pangan Jajanan Sekolah di MIN 1 Kota Gorontalo, Selasa (9/6/2026). Foto – Fadly Diskominfotik. 
Kota Gorontalo, Kominfotik – Provinsi Gorontalo menargetkan pemecahan Rekor MURI melalui kegiatan uji keamanan pangan jajanan anak sekolah dengan jumlah sampel terbanyak. Sebanyak 1.600 sampel jajanan dari 100 sekolah di seluruh kabupaten/kota akan diuji dalam program yang digagas Saka POM Gorontalo bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Gorontalo.
Kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, dan dihadiri langsung Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM RI Agus Yudi Prayudanan, bertempat di MIN 1 Kota Gorontalo, Selasa (9/6/2026).
Kepala Balai Besar POM di Gorontalo Lintang Purba Jaya menjelaskan bahwa, kegiatan pemecahan rekor MURI ini akan menjadi bagian dari rangkaian roadshow keamanan pangan yang berlangsung selama 60 hari ke depan. Dalam pelaksanaannya, anggota Saka POM akan berperan sebagai Junior Inspector atau inspektur muda yang dilibatkan dalam pengawasan pangan berbasis edukasi di sekolah-sekolah.
“Selain menargetkan pengujian 1.600 sampel jajanan sekolah, program ini juga melibatkan sekitar 7.000 pelajar sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Para pelajar diharapkan menjadi pelopor budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan berkualitas di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” kata Lintang.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya bersama untuk melindungi kesehatan anak-anak sekolah. Menurutnya, keamanan pangan jajanan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus menunjang tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan cerdas.
“Edukasi kepada pedagang kantin maupun pedagang di sekitar sekolah perlu terus diperkuat agar makanan yang dijual memenuhi standar keamanan pangan. Aspek kebersihan, penggunaan bahan yang aman, masa kedaluwarsa produk, serta kehalalan pangan menjadi hal yang harus mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Idah menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara BPOM, Dinas Kesehatan, BKKBN, Badan Gizi Nasional, Pramuka, dan berbagai pihak terkait.
Pada kesempatan tersebut turut dilaksanakan pembacaan deklarasi komitmen keamanan pangan serta penandatanganan komitmen bersama pengawalan keamanan pangan jajanan sekolah oleh seluruh stakeholder terkait.
Pewarta : Echin
 

Loading

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.