Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama penyandang disabilitas dan lansia binaan Yayasan Putra Mandiri Gorontalo (YPMG) di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/3/2026). Foto – Nova Diskominfotik.
Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, mengapresiasi pembinaan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang dilakukan Yayasan Putra Mandiri Gorontalo (YPMG) selama bulan Ramadan. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/3/2026).
Menurut Idah, kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan YPMG memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan para lansia dan penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah di Ramadan yang telah memasuki hari ke-27, mereka mampu menyelesaikan tadarus hingga khatam Al-Qur’an. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa meskipun usia tidak lagi muda,” ungkap Idah.
Ia menambahkan, keberadaan YPMG menjadi wadah penting bagi lansia dan penyandang disabilitas untuk tetap aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, sekaligus mempererat hubungan antar generasi di tengah masyarakat.
“Yayasan ini memberikan ruang bagi para lansia untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mengikuti kegiatan yang bermanfaat. Ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Putra Mandiri Gorontalo Raden Sahi menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari 96 lansia dan penyandang disabilitas. Ia menjelaskan, selama Ramadan para peserta rutin mengikuti pembinaan keagamaan, termasuk tadarus Al-Qur’an dengan pendampingan relawan.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan menjelang Idulfitri. Alhamdulillah tahun ini dihadiri sekitar 150 orang. Ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan para relawan yang selama ini mendampingi,” ujar Raden.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu santri disabilitas, serta menjadi momentum mempererat kebersamaan antara lansia, penyandang disabilitas, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan.
Pewarta : Fadila
Editor : Echin
![]()








