Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama jajaran KPID Provinsi, pimpinan Media dan wartawan usai kegiatan FGD bertema “Sinergi Stakeholder untuk Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas” di Aula RRI Gorontalo, Senin (25/5/2026). (Foto – Nova Diskominfotik).
KOTA GORONTALO, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, mendorong penguatan sinergi seluruh stakeholder untuk mewujudkan penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan media digital saat ini. Hal itu disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo, di Aula Radio RRI Gorontalo, Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Idah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan dunia penyiaran saat ini, khususnya di era digital yang memungkinkan setiap orang menjadi penyiar maupun pembuat konten. Menurutnya, kebebasan menyampaikan informasi harus tetap berada dalam koridor aturan dan etika penyiaran agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.
“Sekarang semua orang bisa menjadi penyiar dan membuat siaran langsung. Tetapi tetap ada koridor yang harus dipatuhi agar informasi yang disampaikan tetap sehat dan bertanggung jawab,” ujar Idah.
Idah menegaskan, peran KPID semakin penting dalam melakukan pengawasan terhadap siaran di daerah, termasuk menangkal penyebaran hoaks dan menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan terpercaya agar tidak mudah terpengaruh berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan. Karena itu, media dan lembaga penyiaran harus tetap menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga mendorong lembaga penyiaran di Gorontalo untuk lebih memaksimalkan penayangan konten lokal. Menurutnya, konten lokal memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan budaya daerah sekaligus mengangkat potensi Gorontalo kepada masyarakat luas.
Selain itu, pihaknya turut mengajak media massa dan lembaga penyiaran untuk mendukung promosi pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan ke-XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–26 Juni 2026 mendatang. Wagub berharap media dapat membantu menyiarkan berbagai kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah, mulai dari lokasi kegiatan, UMKM, homestay, transportasi, hingga potensi wisata dan budaya daerah.
“Promosi melalui media sangat penting untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat luar daerah sekaligus menyukseskan pelaksanaan PENAS nanti,” tutupnya.
FGD tersebut turut dihadiri anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Ramdan Liputo, Kepala RRI Gorontalo Abdul Haris Talamati, Ketua KPID Provinsi Jitro Paputungan beserta jajaran, perwakilan kepala dinas Kominfotik kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, pimpinan lembaga penyiaran, akademisi, serta insan media.
Pewarta : Vera
Editor : Echin
![]()







