Wagub Idah Dorong Penguatan Sinergi BPJS Kesehatan dan Faskes

oleh
oleh

Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama yang dirangkaikan dengan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan, dipimpin Wakil Gubernur Gorontalo, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan (Suluttenggo Malut), Asisten I Setda Provinsi Gorontalo, di Ruang Huyula Kantor Gubernur, Kamis (12/3/2026). Foto- Nova Diskominfotik.
Kota Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong penguatan sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan (faskes) guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut terlihat saat Idah membuka Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama yang dirangkaikan dengan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan di Ruang Huyula Kantor Gubernur, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan M. Cucu Zakaria, Asisten II Setda Provinsi Gorontalo Sila Botutihe, anggota DPRD, jajaran BPJS Kesehatan, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor kesehatan di daerah.
Dalam sambutannya, Wagub Idah menyampaikan bahwa forum kemitraan ini menjadi ruang penting untuk membahas berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait pelaksanaan program jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
Menurutnya, sejumlah persoalan yang berkembang di masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya terkait beberapa jenis penyakit yang belum tercover oleh BPJS serta keluhan pasien yang harus pulang dari rumah sakit setelah tiga hari perawatan pascaoperasi meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih.
“Ini tentu perlu dikaji bersama. Prinsipnya pasien harus benar-benar mendapatkan pelayanan yang optimal dan kondisinya membaik sebelum dipulangkan,” ujar Idah.
Dalam kesempatan itu Wagub juga menyoroti capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Gorontalo yang saat ini menempati peringkat pertama secara nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Gorontalo mencatat cakupan tertinggi dengan persentase sebesar 50,3 persen.
“Artinya masyarakat kita memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik. Ini perlu terus disosialisasikan agar semakin banyak warga yang memeriksakan kesehatannya,” jelasnya.
Terlebih, lewat usulan Idah, layanan cek kesehatan gratis tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang sedang berulang tahun seperti yang diterapkan sebelumnya. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diperluas agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
“Tidak semua orang hafal tanggal ulang tahunnya, apalagi masyarakat yang sudah lanjut usia. Ada juga yang berulang tahun saat hari libur atau berhalangan hadir. Karena itu saya mengusulkan agar layanan ini dibuka untuk umum melalui puskesmas, sehingga siapa saja bisa melakukan cek kesehatan gratis,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Wagub Idah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan forum tersebut. Pihaknya juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan mutu serta efektivitas pelayanan kesehatan dapat terus terjalin dengan baik.
Pewarta : Echin