Wagub Idah Syahidah Pastikan BLP3G Terus Hadir di Tengah Efisiensi Anggaran  

oleh
oleh

Masyarakat lansia dan disabilitas penerima bantuan BLP3G di Kabupaten Gorontalo. Foto – Nova Diskominfotik
Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memastikan Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) tetap hadir bagi masyarakat meski pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Komitmen tersebut ditegaskan saat penyaluran BLP3G Tahun Anggaran 2026 yang diawali dengan Kabupaten Gorontalo, Selasa (3/3/2026).
Program BLP3G merupakan bantuan pangan rutin yang telah berjalan setiap tahun dan bersifat berkelanjutan. Program ini telah dimulai sejak masa kepemimpinan Rusli Habibie dan Idris Rahim, dan kini dilanjutkan pada pemerintahan Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah.
“Program ini setiap tahun ada dan terus berlanjut. Walaupun tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran, namun kami tetap mengupayakan agar bantuan ini tetap hadir untuk masyarakat,” ujar Idah.
Setiap KPM menerima satu paket bahan pangan yang terdiri dari 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, dan 10 butir telur ayam. Total nilai komoditas per paket sebesar Rp252.460.
Wagub menjelaskan, nilai tersebut telah memperhitungkan pajak, biaya transportasi, dan distribusi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat harga barang semata tanpa mempertimbangkan komponen pembiayaan lainnya.

Adapun penerima manfaat BLP3G adalah lanjut usia (lansia), baik oma maupun opa, serta penyandang disabilitas. Untuk Kabupaten Gorontalo, kuota BLP3G menyasar 1.330 KPM. Di Kecamatan Pulubala terdapat 135 lansia dan 13 penyandang disabilitas sebagai penerima, sementara di Kecamatan Tibawa sebanyak 162 lansia dan 25 penyandang disabilitas.
Wagub Idah juga mengimbau agar bantuan pangan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak diperjualbelikan, terlebih dalam momentum Ramadan yang meningkatkan kebutuhan bahan pokok.
“Saya mohon bantuan ini diterima dengan baik dan digunakan untuk kebutuhan di rumah. Jangan sampai dijual kembali. Ini untuk membantu para lansia dan penyandang disabilitas, apalagi di bulan Ramadan tentu sangat bermanfaat,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo, BLP3G Tahun 2026 akan menjangkau 3.000 KPM yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Boalemo, Pohuwato, dan Kabupaten Gorontalo.
Pewarta: Echin