Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho Putro, serta stakeholder lainnya turun langsung ke sawah mengikuti kegiatan gerak tanam serempak di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare, di Desa Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Kamis (9/4/2026). Foto – Nova Diskominfotik.
Pohuwato, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, turun langsung ke sawah mengikuti kegiatan gerak tanam serempak di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare, di Desa Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Kamis (9/4/2026).
Program cetak sawah rakyat (CSR) merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk membuka dan mengoptimalkan lahan baru menjadi sawah produktif, sebagai upaya meningkatkan luas tanam dan mendukung ketahanan pangan nasional. Di Pohuwato, program ini difokuskan pada pemanfaatan lahan tidur dan rawa agar dapat diolah menjadi lahan pertanian yang produktif.
Dengan mengenakan sepatu bot, Wagub bersama jajaran pemerintah dan perwakilan Kementerian Pertanian ikut menanam padi di lahan yang sebelumnya merupakan kawasan rawa dan lahan tidur. Aksi tersebut menjadi simbol dimulainya percepatan musim tanam sekaligus komitmen pemerintah dalam mendorong swasembada pangan.
“Ini menjadi peluang besar bagi petani. Dengan dukungan pemerintah yang cukup besar, kami berharap produktivitas pertanian meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani,” Kata Idah pada acara pembukaan.
Ia juga mengajak para petani untuk memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal, serta mendorong peran aktif penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan. Kabupaten Pohuwato, khususnya Kecamatan Randangan, disebut sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho Putro menekankan pentingnya optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat proses olah lahan dan tanam. Ia menyebut, sebagian lahan telah memasuki tahap olah, namun percepatan masih diperlukan melalui pemanfaatan alsintan serta pengawalan dari pemerintah daerah dan penyuluh.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui penggunaan bibit unggul, perbaikan irigasi, serta penguatan pengelolaan air. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui perluasan lahan, termasuk program cetak sawah rakyat yang terus digencarkan di berbagai daerah.
“Dengan stok pangan nasional yang terus meningkat, kami optimistis kebutuhan pangan Indonesia tetap aman. Namun, upaya peningkatan produksi harus terus dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.
Berdasarkan data, dukungan sarana dan prasarana dari Kementerian Pertanian yang telah disalurkan di Kabupaten Pohuwato meliputi 15 unit rotapator, 15 unit traktor roda empat, 20 unit hand tractor, 15 unit drone, serta sekitar 50 unit sprayer.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Alsintan Herwanto Uwente, Kepala BBRMP Gorontalo Ardi Praptono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato Iskandar Datau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, perwakilan Danrem 133/NWB, serta penyuluh dan masyarakat petani. Gerakan tanam serentak ini juga dilaksanakan di 17 provinsi dan dipusatkan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Pewarta : Echin
![]()





