Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melayani warga berbelanja di pasar murah berlokasi di Lapangan SDN 2 Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Minggu (22/2/2026). (Foto : Mila)
Kota Gorontalo, Kominfotik — Suasana di Lapangan SDN 2 Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, mendadak ramai oleh warga yang antre sejak pukul 08.00 WITA, Minggu (22/2/2026). Masyarakat sangat antusias menyambut Pasar Murah Bersubsidi yang dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Kehadiran Wagub Idah Syahidah yang turut melayani transaksi menambah semangat warga berbelanja tujuh komoditas dengan harga terjangkau. Diantaranya beras lima kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng satu liter Rp10.000, gula pasir satu kilogram Rp10.000, cabe rawit 1/4 kilogram Rp10.000, bawang merah Rp10.000 setengah kilogram, telur Rp10.000 10 butir, dan ayam pedaging.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, salah satunya dirasakan oleh Adelia (40), seorang ibu rumah tangga yang merasa sangat terbantu dengan adanya selisih harga yang signifikan.
“Alhamdulillah senang sekali. Ini membantu sekali kitorang (kami) ibu-ibu di dapur karena harganya sangat terjangkau. Di pasar kalau beras yang bagus itu kan 13-14ribu per liter. Di sini satu kilo cuma 5 ribu,” ungkap Adelia dengan penuh semangat.
Adelia tersebut mencerminkan betapa besarnya dampak selisih harga komoditas pangan bagi masyarakat kecil di tengah situasi ekonomi yang menantang. Dengan perbandingan harga beras yang turun drastis hingga lebih dari separuh harga pasar, program intervensi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo ini menjadi solusi nyata yang meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi kaum ibu yang paling merasakan dampak fluktuasi harga di dapur.
Rahman (40), seorang warga dari Kota Tengah, mengatakan perbandingan harga yang sangat mencolok, terutama pada komoditas cabai rawit yang saat ini harganya sedang melambung tinggi di pasar umum. Pemerintah Provinsi Gorontalo m mengintervensi harga tersebut agar beban ekonomi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan, dapat berkurang secara signifikan melalui subsidi langsung di lokasi kegiatan.
“Contoh saja cabai rawit (rica), setahu saya kalau di pasar itu 75 ribu per kilo. Namun di sini hanya 10 ribu. Ya alhamdulillah sangat membantu,” ujar Rahman.
Selain masalah harga, ketersediaan stok pangan juga menjadi perhatian utama warga, mengingat beberapa komoditas mulai sulit ditemukan di pasaran. Telur menjadi salah satu barang yang paling diburu oleh masyarakat karena faktor kelangkaan dan tingginya permintaan pasar memasuki jadwal ibadah puasa tahun ini.
Masyarakat berharap agar ke depannya program ini terus berlanjut dengan variasi komoditas yang lebih beragam, termasuk kebutuhan rumah tangga lainnya seperti sabun dan perlengkapan dapur. Sebagai penutup, warga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo atas inisiatif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat kecil di Kelurahan Dembe I.
Pewarta : Mona
![]()







