Rapat pimpinan evaluasi realisasi April 2026 yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail didampingi Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie dan Sekdaprov Sofian Ibrahim, di Aula Rujab Gubernur, Selasa (19/5/2026). (Foto : Mila)
Kota Gorontalo, Kominfotik – Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan melayani mulai membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan penilaian terbaru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), indeks Reformasi Birokrasi Provinsi Gorontalo berhasil naik secara signifikan menjadi 84,08 meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 77,73.
Peningkatan skor ini menempatkan Provinsi Gorontalo dalam kategori “A” (Memuaskan). Sebuah capaian yang membuktikan bahwa transformasi birokrasi di Bumi Serambi Madinah bukan sekadar jargon.
Kenaikan indeks ini bukan hanya prestasi di atas kertas. Angka 84,08 mencerminkan adanya perbaikan nyata dalam sistem pelayanan publik, efisiensi penggunaan anggaran, serta penyederhanaan birokrasi yang lebih lincah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gubernur Gusnar Ismail mengapresiasi capaian tersebut yang disampaikan pada rapat pimpinan, Selasa malam (19/5/2026). Menurutnya, kabar baik ini harus disampaikan agar masyarakat mengetahui capaian kinerja pemerintah secara terbuka dan transparan.
“Terima kasih untuk semuanya. Setelah ini langsung dibuat rilis agar beritanya bisa dimuat, bekerja sama dengan Kominfo,” kata Gusnar.
“Sekarang seperti ini, kita sepakat media sosial ini tidak boleh terganggu dan harus terus berjalan. Tugas kita adalah terus mengisi dan menyajikan informasi. Mau dibaca atau tidak, pada akhirnya orang pasti akan mencari tahu,” lanjutnya.
Capaian ini menjadi bukti konkret komitmen jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Gorontalo dalam menerjemahkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mewujudkan Gorontalo yang Maju dan Sejahtera.
Namun, drama reformasi ini belum usai. Berada di puncak prestasi baru justru menghadirkan tekanan yang lebih besar. Mempertahankan angka 84,08 dan terus meningkatkannya akan menjadi ujian sinergi yang sesungguhnya bagi seluruh jajaran Pemprov Gorontalo.
Satu hal yang pasti, masyarakat Gorontalo kini menjadi saksi sejarah bahwa perubahan nyata itu ada. Birokrasi yang bersih, melayani, serta responsif bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa reformasi birokrasi adalah mesin utama penggerak pembangunan. Dengan birokrasi yang sehat, program-program strategis untuk menyejahterakan rakyat dapat dieksekusi dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pewarta : Biro Organisasi
![]()









