Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo Utara saat meninjau langsung dapur umum yang berada di lokasi banjir di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat, (29/5/2026). Foto – Alfred Diskominfotik.
Gorontalo Utara, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (29/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak serta kesiapan penanganan darurat yang dilakukan pemerintah.
Dalam kunjungannya, Wagub Idah bersama Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu dan tim pertama kali mendatangi kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 54 kepala keluarga. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan warga dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik pascabanjir.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Puskesmas Biau. Di tempat itu, Wagub Idah menyempatkan diri bertemu dengan salah seorang warga yang melahirkan secara normal di tengah situasi banjir. Selanjutnya, ia meninjau SMP Negeri 1 Biau yang turut terdampak akibat banjir bandang.
Wagub Idah mengatakan, perhatian utama pemerintah saat ini adalah memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan, terutama kebutuhan pangan dan air bersih selama masa tanggap darurat.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat,” ujar Idah.
Ia menambahkan, selain penyediaan makanan siap saji, pemerintah juga menyalurkan bantuan air bersih layak konsumsi untuk membantu masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Wagub Idah Syahidah terlihat dibonceng menggunakan motor untuk bisa menuju beberapa lokasi banjir yang tidak bisa dilalui mobil.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk turut membantu meringankan beban korban banjir. Ia menegaskan, pemerintah telah membangun berbagai fasilitas pengendali banjir seperti tanggul dan bronjong sungai, namun masih ada oknum yang merusaknya.
“Saya mendapat informasi ada kawat bronjong yang digunting lalu batunya dijual. Hal ini bisa menyebabkan longsor dan memicu banjir. Saya mohon masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah karena dampaknya untuk kita semua,” tegasnya.
Selain meninjau lokasi banjir, Wakil Gubernur Gorontalo juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat terdampak di Kecamatan Biau. Bantuan tersebut berupa lima karton sarung, 44 paket perlengkapan mandi, 18 paket perlengkapan wanita, delapan pak popok, serta 24 pcs mukena untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Diketahui, banjir bandang di Kecamatan Biau terjadi pada Selasa malam menjelang Hari Raya Iduladha akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.
Berdasarkan data Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, lima desa terdampak banjir yakni Desa Didingga sebanyak 200 kepala keluarga (269 jiwa), Desa Omuto 168 kepala keluarga (562 jiwa), Desa Bualo 212 kepala keluarga (771 jiwa), Desa Biau 188 kepala keluarga (717 jiwa), serta Desa Luhuto 52 kepala keluarga (715 jiwa). Total warga terdampak mencapai 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.
Pewarta : Echin
![]()








